Jumat, 30 Oktober 2015

Perbedaan Dalam Islam

Kita tahu di dunia ini banyak perbedaan agama, kepercayaan dan paham. Setiap kelompok agama itu berfikir bahwa agama yang dibawanya itu yang paling benar dari yang lain, mereka berfikir berfikir bahwa orang yang diluar agama mereka adalah orang sesat. Jadi, tidak jarang perbedaan agama ini berujung pada saling serang dan bunuh satu sama lain. Sebagian besar keributan dan kekacauan didunia ini terjadi akibat saling tidak setuju dengan perbedaan agama yang mereka anut.
            Akibat kekacauan dan keributan diperbedaan agama ini, munculah beberapa kelompok yang tidak mau memeluk agama apapun atau yang disebut “atheis”, mereka menggap agama hanya menimbulkan kekacauan didunia ini. Tetapi Allah tidak pernah memaksa umatnya agar menyembah Allah , semua itu tergantung pada diri mereka masing-masing. Seperti yang terdapat didalam QS: Al-Baqarah ayat 256 yang berisi:

Yang artinya “Tidak ada paksaan untuk memasuki islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkat kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Allah berfirman agar orang-orang tidak lupa akan agama mereka, tetap berpegang teguh terhadap agamanya itu dan selalu mengingat dengan Penciptanya.
MENSIKAPI PERBEDAAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN 
Agama yang disampaikan Rasulullah adalah agama tauhid , agama mengesakan Allah , yaitu agama  yang dianut para Nabi sejak masa nabi Adam sampai akhir zaman. Para Nabi sejak nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Luth, Yusuf, Musa, Isya mengajarkan keyakinan menyembah pada Allah. Nabi Muhammad saw berusaha memurnikan berbagai macam agama dan kepercayan yang tidak sesuai, dan menyampaikan Qur’an sebagai pedoman hidup. Mensikapi orang yang tidak sepaham dan tetap yakin dengan kepercayaan mereka yang keliru itu.
Banyaknya aliran kepercayaan dan agama didunia adalah sebuah keniscayaan, tidak bisa kita pungkiri. Allah telah memberikan kebebasan pada umat manusia untuk memilih agama dan keyakinannya masing masing, dengan  konsekwensi dan risiko yang harus mereka pikul sendiri. Kalau Allah mau niscaya semua manusia dibumi ini akan beriman semua , tapi Allah tidak menghendaki hal itu.  Kita tidak bisa memaksa manusia agar mereka semua  beriman pada Allah, semua itu tergantung pada keyakinan mereka masing-masing. Hanya kita tidak boleh membenci orang yang berbeda keyakinan dengan kita karena pilihan itu mereka sendiri yang memilih.

MENSIKAPI PERBEDAAN PAHAM DALAM ISLAM
Dan bagaimana sikap umat islam menyikapi perbedaan ini? Jika umat islam berpegang teguh terhadap Al-Quran niscaya hal tersebut tidak akan terjadi. Perbedaan pendapat dapat terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang suatu masalah. Perbedaan itu hal yang wajar yang tidak perlu dipermasalahkan. Orang yang arif dan bijaksana akan menerima perbedaan itu dengan lapang dada, karena adanya perbedaan ini muncul berbagai mahzab seperti mahzab Imam Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi, dll. Perbedaan pendapat adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari dan itu tidak akan menimbulkan perpecahan jika kita menerima perbedaan itu dengan lapang dada.
Kita tidak bisa memaksakan pendapat dan paham kita pada orang lain, masing-masing kita bertanggung jawab kepada Allah, jika ada yang tidak sependapat dengan kita tentang suatu perkara, biarkanlah. Serahkan putusannya pada Allah. Seperti yang dijelaskan di QS: An Nur ayat 54 yang berisi:

 Artinya “Taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kwajiban kamu sekalian adalah semata – mata apa yang dibebankan padamu. Dan jika kamu taat padanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaiakan amanat Allah dengan terang”.
            Seperti itulah perbedaan agama didunia ini dan bagaimana cara menyikapinya. Perbedaan sangatlah wajar, kita hidup akamn penuh dengan percobaan dan masalah makalah kalian belajar dengan sungguh – sungguh dari nmaslah yang lalu – lalu, dan salinglah kalian hidup berdampingan agar kalian bisa merasaakan dengan nyaman perbedaan itu karena kita harus saling menghargai apa yang mereka pilih dengan itu mereka dapat menghargai apa yang kita pilih.


-UNTUK MU AGAMAMU DAN UNTUK KU LAH AGAMAKU-