Kita
tahu di dunia ini banyak perbedaan agama, kepercayaan dan paham. Setiap
kelompok agama itu berfikir bahwa agama yang dibawanya itu yang paling benar
dari yang lain, mereka berfikir berfikir bahwa orang yang diluar agama mereka
adalah orang sesat. Jadi, tidak jarang perbedaan agama ini berujung pada saling
serang dan bunuh satu sama lain. Sebagian besar keributan dan kekacauan didunia
ini terjadi akibat saling tidak setuju dengan perbedaan agama yang mereka anut.
Akibat kekacauan dan keributan
diperbedaan agama ini, munculah beberapa kelompok yang tidak mau memeluk agama
apapun atau yang disebut “atheis”, mereka menggap agama hanya menimbulkan
kekacauan didunia ini. Tetapi Allah tidak pernah memaksa umatnya agar menyembah
Allah , semua itu tergantung pada diri mereka masing-masing. Seperti yang
terdapat didalam QS: Al-Baqarah ayat 256
yang berisi:
Yang artinya “Tidak ada paksaan untuk memasuki
islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena
itu barang siapa yang ingkat kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Allah
berfirman agar orang-orang tidak lupa akan agama mereka, tetap berpegang teguh
terhadap agamanya itu dan selalu mengingat dengan Penciptanya.
MENSIKAPI PERBEDAAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Agama yang
disampaikan Rasulullah adalah agama tauhid , agama mengesakan Allah , yaitu
agama yang dianut para Nabi sejak masa nabi Adam sampai akhir zaman. Para
Nabi sejak nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Luth, Yusuf, Musa, Isya mengajarkan
keyakinan menyembah pada Allah. Nabi
Muhammad saw berusaha memurnikan berbagai macam agama dan kepercayan yang tidak sesuai, dan
menyampaikan Qur’an sebagai pedoman hidup. Mensikapi orang yang tidak sepaham
dan tetap yakin dengan kepercayaan mereka yang keliru itu.
Banyaknya
aliran kepercayaan dan agama didunia adalah sebuah keniscayaan, tidak bisa kita
pungkiri. Allah telah memberikan kebebasan pada umat manusia untuk memilih
agama dan keyakinannya masing masing, dengan konsekwensi dan risiko yang
harus mereka pikul sendiri. Kalau Allah mau niscaya semua manusia dibumi ini
akan beriman semua , tapi Allah tidak menghendaki hal itu. Kita tidak
bisa memaksa manusia agar mereka semua beriman pada Allah, semua itu tergantung pada keyakinan
mereka masing-masing. Hanya kita tidak boleh membenci orang yang berbeda
keyakinan dengan kita karena pilihan itu mereka sendiri yang memilih.
MENSIKAPI PERBEDAAN PAHAM DALAM ISLAM
Dan bagaimana sikap umat islam menyikapi perbedaan ini?
Jika umat islam berpegang teguh terhadap Al-Quran niscaya hal tersebut tidak
akan terjadi. Perbedaan pendapat dapat terjadi karena adanya perbedaan sudut
pandang suatu masalah. Perbedaan itu hal yang wajar yang tidak perlu
dipermasalahkan. Orang yang arif dan bijaksana akan menerima perbedaan itu
dengan lapang dada, karena adanya perbedaan ini muncul berbagai mahzab seperti
mahzab Imam Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi, dll. Perbedaan pendapat adalah
suatu hal yang tidak bisa dihindari dan itu tidak akan menimbulkan perpecahan
jika kita menerima perbedaan itu dengan lapang dada.
Kita tidak bisa memaksakan pendapat dan paham kita pada
orang lain, masing-masing kita bertanggung jawab kepada Allah, jika ada yang
tidak sependapat dengan kita tentang suatu perkara, biarkanlah. Serahkan putusannya
pada Allah. Seperti yang dijelaskan di QS:
An Nur ayat 54 yang berisi:
Artinya “Taatlah
kepada Allah dan Rasulnya dan jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban rasul
itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kwajiban kamu sekalian adalah
semata – mata apa yang dibebankan padamu. Dan jika kamu taat padanya, niscaya
kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan
menyampaiakan amanat Allah dengan terang”.
Seperti itulah perbedaan agama
didunia ini dan bagaimana cara menyikapinya. Perbedaan sangatlah wajar, kita
hidup akamn penuh dengan percobaan dan masalah makalah kalian belajar dengan
sungguh – sungguh dari nmaslah yang lalu – lalu, dan salinglah kalian hidup
berdampingan agar kalian bisa merasaakan dengan nyaman perbedaan itu karena
kita harus saling menghargai apa yang mereka pilih dengan itu mereka dapat
menghargai apa yang kita pilih.
-UNTUK MU AGAMAMU DAN UNTUK KU
LAH AGAMAKU-